Dosen Polinef Raih Pendanaan BIMA, Pengumuman Tengah Malam Bikin Deg-degan
Kabar membanggakan datang dari Politeknik Negeri Fakfak (Polinef). Sejumlah dosen berhasil meraih pendanaan dalam Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pengumuman yang dirilis pada Kamis malam, 9 April 2026 pukul 22.00 WIT, menghadirkan suasana penuh ketegangan sekaligus harapan. Momen tersebut terasa begitu “deg-degan” bagi para dosen yang menantikan hasil seleksi nasional tersebut.
Dalam program bergengsi ini, Polinef berhasil meloloskan lima judul kegiatan yang terdiri dari empat skema Penelitian Dosen Pemula dan satu skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Pada skema Penelitian Dosen Pemula, empat dosen berhasil mendapatkan pendanaan dengan topik yang beragam dan inovatif. Nur Sakinah mengangkat penelitian tentang evaluasi komparatif neural network berbasis fitur geometris dengan vision transformer dalam klasifikasi bentuk biji pala berbasis data citra. Aqilah Attamimi meneliti karakterisasi self-healing beton geopolimer berbasis kapur sirih lokal Papua Barat dengan pendekatan enkapsulasi bakteri Sporosarcina pasteurii. Sementara itu, Nurmiati mengembangkan riset terkait aktivasi biji pala untuk meningkatkan kualitas ekspor serta produksi lemak pala sebagai alternatif butter dalam industri kosmetik. Di bidang pendidikan, Sofyan Sukwara Akfan menghadirkan model inovatif pembelajaran bahasa Inggris melalui Duolingo dengan mekanisme incentive-based grading guna meningkatkan self-regulated learning mahasiswa.
Tidak hanya pada bidang penelitian, capaian juga diraih pada skema pengabdian kepada masyarakat. Arga Ramadhana berhasil memperoleh pendanaan melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat dengan mengusung tema penguatan ekonomi lokal melalui Agro–Marine Creative Hub sebagai model diversifikasi produk pertanian dan perikanan di Papua Barat.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen dosen Polinef dalam mengembangkan riset dan pengabdian berbasis potensi lokal. Berbagai tema yang diangkat menunjukkan arah pengembangan yang tidak hanya berorientasi pada inovasi teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah. Capaian ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan budaya riset, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Barat.
Dengan penuh rasa bangga, capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Polinef untuk terus berkarya dan berinovasi. Setelah momen penuh ketegangan di malam pengumuman, kini berganti menjadi semangat baru untuk mewujudkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.